PDMKOTAMADIUN.OR.ID – Dosen Prodi Hukum Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT), Anita Prawardani, M.Hum menjadi narasumber Program Special Jangan Galau Malam-Malam (Jaga Malam) RRI Pro 2 Madiun, Selasa malam, 29 September 2026.

Program Spesial Jaga Malam RRI Pro 2 Madiun dibawakan Nabila Nagari ini menghadirkan Spesial Segmen Pemberantasan Judi Online dengan tema Hindari Judol: Strategi Cerdas Finansial dan Hukum.

Dalam bagian prolog yang disampaikan, Anita Prawardani menerangkan keberadaan judi online atau pinjaman online menimbulkan risiko yang benar benar membahayakan.

“Judol itu awalnya ditawari promo menarik, seolah olah memberi peluang keuntungan yang cepat. Padahal dari sisi hukum, aktifitas judi memiliki dampak persoalan hukum serius, selain persoalan finansial dan sosial,”ujar Anita.

Soal pinjaman online, Anita mengatakna, sebenarnya dapat memberi kemudahan bagi orang yang benar-benar membutuhkan bantuan dana, tapi kalau pinjam online hanya untuk bersenang-senang atau ingin dianggap wah oleh circle, maka alasan seperti itu harus dihilangkan.

Strategi

Pada sesi kedua siaran, Nabila mempersilakan Anita Prawardani untuk memberi keterangan mengenai strategi menghindari judi online ataupun pinjaman online.

Pertama, jangan mudah tergiur tawaran dana cepat karena itu hanya iming iming didepan namun risikonya belum diketahui.

“Kalau sudah terkena iming-imingi, bagaimana dengan risiko yang bisa terjadi tidak dipikirkan karena mereka hanya memandang bisa segera dapat dana cepat,” ujar Anita.

Berikutnya, Anita menyarankan menggunakan pemikiran prinsip legal dan logis. Legal itu maksudnya harus dilindungi hukum. Misalnya di perbankan itu dilindungi oleh LPS lalu kalau soal pinjaman online harus dilindungi OJK.

“Bagaimana dengan logisnya, ya kita berpikir logis saja, ketika kita misalnya pasang uang 100 ribu nih dalam waktu 5 menit sudah langsung bertambah 500 ribu itu sudah tidak logis. Kalau kita berpikir logika akal sehat tentu kita tidak akan melakukan judol seperti itu,” jelas Anita.

Lalu berikutnya jangan pernah memberikan data pribadi kepada siapapun, dalam hal apapun apalagi untuk judi online maupun pinjaman online. Apalagi berada dalam keadaan terdesak, kalau bisa jangan sampai ke arah aplikasi. Kalau sudah sekali memberikan KTP ke orang lain risiko disalah gunakan sangat besar.

“Misalnya dia sudah pegang data kita lewat KTP, dia bisa pinjam ke aplikasi pinjol lain yang ketika dia daftar tapi login pakai KTP kita padahal kita ngga pinjam. Nah seperti itu contohnya Risiko kalau kita menyebarluaskan data pribadi,” jelas Anita.

Jangan sembarangan klik link

Saran lain yang diberikan Anita Prawardani adalah jangan sembarangan klik link (utas). Misalnya kalau yang kerap terjadi itu link undangan pernikahan.

“Kalau misalnya menemukan link seperti itu jangan klik karena bisa jadi masuk ke aplikasi pinjol. Kalau misalnya ada link undangan pernikahan, pastikan untuk mengetahui siapa saudara atau teman dekat yang dalam waktu dekat akan menikah,” terang Anita.

Saran lainnya adalah jangan meminjam uang karena alasan gaya hidup, atau FOMO. Ini biasanya terjadi pada generasi milenial ataupun gen Z yang merasa kalau tidak mengikuti tren merasa tertinggal.

“Misalnya gaya hidup mengunjungi coffee shop, semua coffee shop dikunjungi padahal uang yang dikeluarkan tidak sedikit. Jangan lakukan gaya hidup seperti itu. pilah dan pilih kebutuhan yang diperlukan,” ujar Anita.

Berikutnya, hiduplah dengan takaran penghasilan yang sesuai dengan kemampuan. Misalnya penghasilan satu bulan sekian maka kita harus pandai menggunakan penghasilan itu sesuai kebutuhan.

Kalau penghasilan satu bulan dirasa tidak cukup, cari side job dengan penghasilan halal untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Jangan kejar kekalahan

Anita Prawardani juga mengingatkan kepada masyarakat agar jangan mengejar kekalahan terhadap judi online. Saat kalah, justru berlomba-lomba pasang slot karena merasa penasaran selalu kalah tapi terus merasa penasaran main slot agar bisa menang.

“Padahal dengan kita kalah judol terus pasang dan pasang lagi kita buang-buang uang saja,”‘ujar Anita.(*)



Leave a Reply