PDMKOTAMADIUN.OR.ID – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pandean, PCM Taman, Kota Madiun terus memperkuat peran strategisnya di tengah-tengah jemaah.

Berdasarkan kelanjutan amanat Surat Keputusan PCM Taman Nomor 07/KEP/TMN/V/2024 tentang Penetapan Anggota Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pandean Masa Khidmat 2022–2027 tertanggal 30 Januari 2024, PRM Pandean resmi menggulirkan program pengabdian masyarakat berbasis kesehatan masyarakat melalui layanan Terapi Bekam Gratis.

Program ini menjadi milestone penting dalam tata kelola Amal Usaha dan aset Persyarikatan di tingkat Ranting.

Mengingat sebagian besar pengurus PRM Pandean mengemban amanah profesional sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Madiun (UM JATIM), kepengurusan sepakat untuk menata fokus gerakan secara bertahap.

Penetapan satu program prioritas yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan dipilih agar keberadaan Ranting memberikan dampak langsung bagi syiar Islam dan kesejahteraan warga sekitar.

Skema Operasional dan Pemanfaatan Aset Wakaf

Sebagai wujud optimalisasi aset Persyarikatan, layanan terapi bekam ini dipusatkan di Rumah Wakaf Serayu, Kota Madiun.

Lokasi ini telah didaftarkan secara resmi pada jejaring peta digital Google Maps dengan penamaan titik lokasi Mochtar Terapi Madiun (akses peta dapat diklik melalui link: https://share.google/6f9YeaV7CcWZZpgPw. Alamat: Jl. Serayu Barat No.54B, Pandean, Kec. Taman, Kota Madiun, Jawa Timur 63133.

Adapun detail operasional program ini dirancang sebagai berikut:

  • Jadwal Pelayanan: Setiap hari Jumat.
  • Kapasitas Layanan: 10 orang pasien per minggu (dengan estimasi 500 orang per tahun).
  • Sasaran & Syarat: Terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang sosial-ekonomi dan tanpa dipungut biaya (100% Gratis).
  • Ketentuan Teknis: Diprioritaskan bagi kaum laki-laki dengan penanganan langsung oleh terapis berpengalaman melalui sistem konfirmasi janji terlebih dahulu demi menjaga kenyamanan serta higienitas tindakan medis.

Penguatan Nilai AIK dan Sinergi Akademisi PTMA

Keberlangsungan program sosial ini mendapat dukungan penuh dan sokongan mandiri dari M. Mochtar Mas’od, S.Sos., M.A., dosen Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) UM Madiun yang juga pendiri Mochtar Terapi.

Seluruh kebutuhan sarana pendukung dan bahan operasional ditanggung secara mandiri sebagai bentuk kontribusi nyata kader kepada Persyarikatan.

“Program ini merupakan wujud praktik Caturdharma Perguruan Tinggi, khususnya penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Dosen PTMA tidak hanya berkewajiban mentransfer ilmu di dalam ruang kuliah, melainkan harus hadir memberikan nilai tambah dan solusi konkret atas problem kebugaran masyarakat,” terang Mochtar Mas’od.

Pengalaman Mochtar Mas’od dalam dunia gerakan keumatan telah teruji sejak lama. Ia tercatat sebagai pengurus Remaja Masjid Agung Madiun 2010–2018 dan dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Remaja Masjid Agung Madiun periode 2018–2020.

Selain itu, konsepsi program bekam gratis ini merupakan hasil rekayasa sosial (social engineering) dari pengalaman Mochtar Mas’od saat menjadi pengurus MPKU PCM Genteng, Kota Surabaya pada tahun 2021–2023. (***)

Pada saat itu, bersama Ustadz Hadi, beliau aktif menyelenggarakan program pengobatan gratis dari masjid ke masjid di wilayah Surabaya Pusat.

Manifestasi Ideologi dan Pedoman Organisasi

Pelaksanaan program Bekam Gratis oleh PRM Pandean ini merupakan wujud penjabaran nilai-nilai ideologis Muhammadiyah yang bersumber dari:

  1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Muhammadiyah tentang maksud dan tujuan Persyarikatan menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam.
  2. Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah dalam mengamalkan hidup bergotong-royong dan memelihara persaudaraan keumatan.
  3. Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) pada pilar kehidupan bermasyarakat dan mengelola pelayanan kesehatan.
  4. Himpunan Putusan Tarjih (HPT) yang mendorong pelestarian pengobatan nabawi yang aman dan sesuai prinsip syariah.

Dengan terpublikasikannya berita ini, diharapkan syiar pergerakan PRM Pandean semakin meluas dan memberikan kemanfaatan yang lebih luas bagi warga Kota Madiun.

Program yang telah berjalan sejak 2024 ini menjadi bukti nyata bahwa kader-kader Muhammadiyah di Kota Madiun memiliki kualifikasi ghiroh perjuangan, standar kompetensi keilmuan, serta kapabilitas pelayanan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.



Leave a Reply