- July 30, 2026
- Posted by: Pujoko
- Categories: Berita, Kabar Aum
MADIUN – Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UM Jatim) sebelumnya Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) melaksanakan Seminar Hasil Praktikum di Ruang Rapat I Kampus 1 UM Jatim, Rabu, 8 Juli 2026.
Seminar Hasil Praktikum ini diikuti mahasiswa semester 6 yang sebelumnya telah menyelesaikan mata kuliah Praktikum I pada bulan Mei dan Juni 2026 dan berlangsung dua bulan.
Hadir dalam Seminar Hasil Praktikum tersebut, Kaprodi Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial UM Jatim, Qoni’ah, M,Si., dosen pembimbing Muh.Ni’am M.Kesos, serta mitra lembaga yaitu Lurah Kelun (Kartoharjo), Pardi, SE dan Lurah Manguharjo (Manguharjo), Rudianto, A.Md.
Dosen pengampu mata kuliah Praktikum I, Muh.Ni’am, M.Kesos., menjelaskan didalam seminar praktikum ini mahasiswa mempresentasikan hasil dari praktik intervensi mikro yang dilaksanakan di dua kelurahan di Kota Madiun yaitu Kelun dan Manguharjo.
Intervensi mikro ini dilaksanakan melalui tahapan-tahapan intervensi dengan fokus klien individu dan keluarga penerima manfaat, khususnya kelompok rentan yaitu lansia dan disabilitas yang berada ddalam klaster desil 1-4.
“Setiap praktikan atau mahasiswa memiliki 1 klien dan melaksanakan kerja kasus (case work) sesuai dengan tahapan-tahapan intervensi pekerja sosial,” terang Muh.Ni’am.
Muh.Ni’am menjelaskan tahapan-tahapan intervensi yang dilakukan oleh praktikan kemudian dibuat laporan dua pekan sekali. Lalau pada akhir waktu praktikum atau selesai melakukan terminasi dengan klien dan lembaga masing-masing kelompok menyusun laporan akhir.
“Laporan akhir tersebut dipresentasikan pada seminar hasil praktikum ini dengan menghadirkan dosen pendamping, pendamping lapangan yaitu Kasi Kessos kelurahan serta lurah,” jelas Muh.Ni’am.
Sementara itu, Lurah Kelun (Kartoharjo), Pardi menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kuliah lapangan Praktikum I yang dilakukan mahasiswa Kesos UM Jatim.
“Kehadiran mahasiswa Prodi Kesos di wilayah kami sangat membantu dalam memetakan serta mengurai persoalan kesejahteraan sosial di tingkat lokal,” ujar Pardi.(***)