- July 30, 2026
- Posted by: Pujoko
- Categories: Berita, Kabar Aum
Mahasiswa semester 6 Prodi Kebidanan UM Jatim mengikuti Ujian Nasional Kompetensi Bidan (UNKB). Ujian tingkat nasional yang diselenggarkaan bagi calon tenaga Kesehatan termasuk bidan.
Menurut Permendikbud Nomor 2 Tahun 2020 mengenai tata cara uji kompetensi mahasiswa bidang kesehatan, UNKB ini merupakan salah satu syarat keluluhan bagi mahasiswa bidang Kesehatan dari perguruan tinggi.
Seperti apa mahasiswa Kebidanan UM Jatim menghadapi UNKB ini, berikut cerita Lutfiah Indriani, salah satu mahasiswa yang ikut UNKB.
Lutfiah mengungkapkan, UNKB dilaksanakan secara computerized atau Computer Based Test (ujian berbasis computer) yang dilangsungkan selama 180 menit (3jam) dengan jumlah soal yang harus dijawab berjumlah 180 pertanyaan.
“Soal yang diberikan mengenai kehamilan hingga keluarga berncana yang mencakup 7 ares kompetensi,” kata Lutfi.
Lutfi menyampaikan tujuh kompetensi tersebut terkait personal etik,legal dan keselamatan klien, komunikasi efektif, pengembangan diri dan profesionalisme, landasan ilmiah praktik kebidanan.
Kompetensi lain yang diujikan adalah mengenai keterampilan klinis dalam praktik kebidanan, promosi Kesehatan dan konseling serta manajemen dan kepemimpinan.
Menjawab pertanyaan apakah soal-soal yang diberikan sulit atau gampang, Lutfiah menerangkan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan di UNKB ini lebih banyak berbentuk kasus (case study)
Jadi bukan sekedar menghafal materi, tetapi harus menganalisis kondisi pasien lalu menentukan tindakan yang paling tepat sesuai standar kebidanan.
“Tingkat kesulitan sedang hingga cukup sulit karena kebanyakan soal berbentuk kasus (case based), tidak hanya hafalan,” ujar Lutfiah.
Cara belajar
Lutfiah Indriani menyampaikan, persiapan yang ia lakukan untuk mengikuti UNKB ini cukup banyak, mulai dari mengulang materi 7 kompetensi pelayanan kehamilan dan keluarga berencana. Kemudian mengerjakan latihan soal (try out) CBT.
“Juga membaca pembahasan soal, mengulang guideline dan standar pelayanan kebidanan serta membuat rangkuman materi yang sering keluar di tes,” ujar Lutfiah.
“Saya belajar dengan mengulang materi dari 7 area kompetensi, mengerjakan latihan soal atau try out CBT, membaca pembahasan soal, mengulang guideline dan standar pelayanan kebidanan, serta membuat rangkuman materi yang sering keluar,” terang Lutfiah.
Pengawas lokal UNKB, Rury Narulita Sari, SST., M.Kes. menerangkan, UNBK ini dilakukan sebagai exit exam, ujian untuk menentukan kelulusan mahasiswa sehingga mahasiswa harus mempersiapkan diri dengan baik.
“Kalau soal yang diberikan cukup sulit, mengecoh juga. Jadi kesiapan mahasiswa ikut ujian sangat berpengaruh,” ujar dosen Prodi Kebidanan UM Jatim tersebut.
Rury menambahkan, setelah lulus dari UNKB ini, mahasiswa akan mendapatlam sertifikat uji kompetensi sebagai salah satu syarat untuk mengajukan Surat Tanda Registrasi (STR) bidan. (*)