PDMKOTAMADIUN.OR.ID– Program Studi Biokewirausahaan Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UM Jatim) sebelumnya Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) melaksanakan Praktikum Industri akhir bulan lalu.

Pelaksanaan Praktikum Industri Prodi Biokewirausahaan UM Jatim berada di peternakan ayam daging di Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Peternakan ini dijalankan melalui model kemitraan inti–plasma dengan kapasitas 5.000 ekor

Praktikum Industri yang dilakukan mahasiswa Prodi Biokewirausahaan UM Jatim ini sebagai bagian dari implementasi Mata Kuliah Budidaya Hewan Ternak dan Biosecurity.

Ketua Program Studi Biokewirausahaan UM Jatim, Irfan Miftahul Fauzi, S.Pi., M.P., menjelaskan, pembelajaran di perguruan tinggi harus mampu menjawab kebutuhan dunia usaha dan industri yang terus berkembang. Oleh karena itu, mahasiswa perlu dibekali tidak hanya dengan teori, tetapi juga pengalaman lapangan yang mampu memperkuat kompetensi dan wawasan kewirausahaan.

“Melalui kegiatan praktikum industri ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai teknik budidaya ayam pedaging, tetapi juga memahami bagaimana sebuah usaha peternakan dijalankan secara profesional dan menguntungkan. Kami ingin mahasiswa memiliki keberanian untuk menjadi pelaku usaha, bukan hanya berorientasi menjadi pencari kerja setelah lulus,” terang Irfan.

Saat berada di lapangan, mahasiswa Prodi Biokewirausahaan mempelajari secara langsung cara kerja bisnis unggal yang paling banyak dijalankan di Indonesia yaitu kemitraan inti-plasma.

Dengan sistem kemitraan ini peternak mendapat dukungan sarana produksi dan pendampingan teknis dari perusahaan inti, sementara peternak fokus pada kegiatan pemeliharaan hingga panen.

Mahasiswa harus paham pola kemitraan agar mereka mendapat gambaran nyata mengenai ekosistem bisnis peternakan modern, termasuk hubungan antara perusahaan, peternak, dan pasar.

“Sehingga mahasiswa dapat memahami berbagai peluang dan tantangan yang akan dihadapi ketika terjun ke dunia usaha peternakan,” ujar Hasan.

Owner unit bisnis kemitraan ayam pedaging yang menjadi lokasi praktikum, Ndaru mengungkapkan, perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar yang terus meningkat membuka ruang yang luas bagi munculnya wirausahawan muda bidang peternakan.
“Sudah saatnya anak-anak muda mulai bergerak di bidang wirausaha. Jangan hanya menunggu menjadi ASN. Industri peternakan, khususnya ayam pedaging, memiliki potensi yang sangat besar apabila dikelola dengan pengetahuan, keterampilan, dan kemauan untuk terus belajar,” jelas Ndaru. (*)



Leave a Reply