- December 8, 2025
- Posted by: PDM KOTA MADIUN
- Categories: Berita, Kabar Persyarikatan
PDMKOTAMADIUN.OR.ID – Kota Madiun — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Madiun menggelar tabligh akbar dalam rangka Milad Muhammadiyah ke-113 pada Ahad (30/11) di Islamic Center Kota Madiun, jalan sumatera.
Mengangkat tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa” milad kali ini mengingatkan kita pada komitmen Muhammadiyah dalam bidang pendidikan, kesehatan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Tabligh akbar ini dilaksanakan selayaknya kajian ahad pagi yang rutin diselenggarakan oleh Badan Pengelola Islamic Center Kota Madiun selama 32 tahun. Mubaligh pada acara ini ialah Ustadz Mustofa B Nahrawardaya dari Majelis Pustaka, Informasi dan Digitalisasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan dihadiri juga oleh wali Kota Madiun, Dr. Maidi. Ribuan jamaah dan warga persyarikatan hadir menyimak kajian. Selain kajian, momen milad ini diisi juga dengan kegiatan lain diantaranya santunan untuk anak-anak LKSA Panti Asuhan Muhammadiyah Kota Madiun dan cek kesehatan gratis oleh RSI Siti Aisyah Kota Madiun.
Sebagai bentuk partisipasi muhammadiyah kepada masyarakat, PDM Kota Madiun menyediakan bermacam sarapan pagi, antara lain pecel, rawon dan soto. Selain itu, Lazismu juga hadir menyediakan 1000 porsi BaksoMU. Kehadiran BaksoMu memberikan daya tarik sendiri tidak hanya karena rasanya yang enak dan khas, tetapi juga karena nilai sosial yang ada pada produk tersebut.
Sebagai informasi, BaksoMU merupakan salah satu produk hasil pengolahan qurban kemasan yang diselenggarakan tiap tahun di Lazismu Kota Madiun. Melalui program kurban kemasan, daging kurban tidak hanya dibagikan dalam bentuk mentah, tetapi daging akan diolah, dikemas dan disalurkan kembali pada masyarakat dalam bentuk yang lebih tahan lama, higienis dan bernilai tambah.
Kemasan yang praktis memberikan kemudahan dalam distribusi terutama bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar. Selain itu, ini juga menjadi komponen penting kontribusi muhammadiyah dalam ketahanan pangan terutama pada momen-momen sosial besar. Misalnya giat milad muhammadiyah atau bencana alam yang membutuhkan makanan yang siap saji, bergizi, dan higienis.
Antusiasme masyarakat kota madiun dalam mencicipi BaksoMU langsung terlihat ketika kajian ditutup dan jamaah dipersilahkan untuk mengambil sarapan. Berbagai kalangan mulai dari lansia, keluarga, hingga pelajar tampak menikmati sajian tersebut.
Melalui tabligh akbar ini, Muhammadiyah Kota Madiun berharap gerakan sosial seperti santunan anak yatim, program BaksoMU dan penguatan UMKM terus mendapat dukungan masyarakat. PDM Kota Madiun berharap milad bukan menjadi acara seremonial tahunan. Tetapi menjadi mengingat bahwa Muhammadiyah harus terus hadir memberi manfaat untuk umat, bangsa dan kemanusiaan.