MADIUN – Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UMMAD, Latutik Mukhlisin, M,I,Kom menjadi salah satu nara sumber program siaran Madiun Raya Pagi Ini di RRI Madiun dengan tema “Era Disrupsi, Tantangan dan Peluang Lembaga Penyiaran Publik”, Rabu, 10 September 2025..

Dalam program siaran Madiun Raya Pagi Ini, juga menghadirkan dua nara sumber lainnya, yaitu Burhanudin Ramadlan, (Kepala LPP RRI Madiun) serta Purwo Sasongko (Jurnalis/LPPL Radio Suara Pacitan).

Dalam penyampaian pembahasan temanya, Latutik Mukhlisin mengatakan tantangan RRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik (LPP) tidak hanya eksternal tapi juga internal.

Secara eksternal, tantangan terbesar yang dihadapi RRI adalah menghadirkan informasi yang dapat dipercaya..

“Kalau media di luar RRI lebih mengejar kecepatan lalu bisa viral, namun RRI punya tantangan untuk memproduksi, menghadirkan informasi yang kredibel,” kata Latutik.

Secara internal, tantangan yang di RRI adalah persoalan sumber daya manusia (SDM) misalnya dengan netralitas dimana hal itu terkait dengan kepercayaan publik.

Sebelumnya, RRI merupakan media pemerintah, dibiayai pemerintah. Sekarang berubah menjadi lembaga penyiaran public.

Jadi tantangannya bagaiaman RRI menjaga marwah lembaga penyiaran public ini dengan menghadirkan berita-berita yang dipercaya. Itu tugas utama dari menjaga kepercayaan public ini,” terang Latutik.

Adaptif


Latutik melihat, di usia RRI yang sama persis dengan usia negara Indonesia, mampu melakukan adaptasi dengan perkembangan era kemajuan jaman saat ini yang ditandai realitas disrupsi.

“Konten-konten yang dibuat sudah adaptasi mengikuti tuntutan jaman, khalayak, karena era disrupsi mengubah tatanan lama,” terang Mukhlisin.

Latutik menyampaikan, adaptasi yang dilakukan dengan terus mendekatkan program siaran yang dibuat dengan pemirsanya.

Ini menjawab tantangan perubahan audiens yang tidak lagi pasif tapi aktif menciptakan konten sendiri yang membuka peluang untuk dilihat banyak orang.

“Mau tidak mau RRI harus segera beradaptasi dan itu sudah dilakukan dengan baik,” ujar Latutik. (***)



Leave a Reply