PDMKOTAMADIUN.OR.ID– Sebanyak 266 atlet dari 24 unit latihan Tapak Suci Putera Muhammadiyah se-Kabupaten Purworejo mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tapak Suci Putera Muhammadiyah Piala Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Purworejo Tahun 2026.

Kejurda Tapak Suci Purworejo 2026 tersebut digelar di Gedung GOR Aguna SMK YPP Purworejo berlangsung selama dua hari, Sabtu-Ahad, 26-27 September 2026.

Mengusung slogan “Berjuang untuk Menapak, Berubah untuk Memuncak”, Kejurda Tapak Suci Purworejo 2026 tidak sekadar menjadi arena pertandingan pencak silat.

Ajang yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kabupaten Purworejo itu menjadi ruang pembinaan, evaluasi, sekaligus penyaringan atlet-atlet potensial untuk dikembangkan menuju kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi.

Ketua Panitia Kejurda Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kabupaten Purworejo Tahun 2026, **Nadia Astikawati, S.Pd.**, menyampaikan bahwa kejuaraan tersebut menjadi momentum penting bagi seluruh keluarga besar Tapak Suci untuk mempertemukan para atlet dari berbagai unit latihan dalam suasana kompetitif sekaligus penuh persaudaraan.“Kami mengucapkan selamat datang kepada para atlet, pelatih, official, wasit dan juri, serta seluruh tamu undangan pada Kejuaraan Daerah Tapak Suci Putera Muhammadiyah Piala Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Purworejo Tahun 2026,” ujar Nadia dalam sambutannya.Menurut dia, kehadiran seluruh kontingen merupakan kehormatan sekaligus kebanggaan bagi panitia. Para peserta diharapkan dapat mengikuti seluruh rangkaian pertandingan dengan nyaman, memperoleh pengalaman berharga, dan menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas serta ukhuwah persaudaraan.“Semoga selama mengikuti kejuaraan ini seluruh kontingen dapat merasa nyaman, memperoleh pengalaman yang berharga, serta mampu menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan ukhuwah persaudaraan,” lanjutnya.Diikuti 266 Atlet dari 24 Unit LatihanKejurda Tapak Suci tahun ini diikuti oleh atlet dari berbagai kelompok usia. Dari total 266 peserta, sebanyak 69 atlet berada pada kategori Usia Dini 1, 134 atlet pada kategori Usia Dini 2, 28 atlet kategori Praremaja, 27 atlet kategori Remaja, dan delapan atlet kategori Dewasa.Jumlah tersebut menunjukkan tingginya partisipasi sekaligus keberlanjutan pembinaan pencak silat Tapak Suci di lingkungan Muhammadiyah Kabupaten Purworejo. Keberadaan 24 unit latihan menjadi salah satu indikator bahwa pembinaan tidak hanya berlangsung pada tingkat daerah, tetapi juga tumbuh melalui sekolah dan unit-unit latihan yang menjadi basis pengembangan atlet.Bagi Tapak Suci, pertandingan menjadi bagian dari proses pembinaan yang tidak berhenti pada persoalan menang dan kalah. Atlet ditempa untuk memiliki kemampuan teknik, ketahanan mental, kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab, serta sikap kesatria.Kejurda juga dirancang untuk memberikan pengalaman bertanding kepada para atlet. Dengan bertemu peserta dari unit latihan yang berbeda, para pesilat dapat mengukur kemampuan, mengenali kekurangan, serta menjadikan pertandingan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas latihan.Selain itu, kejuaraan menjadi sarana bagi pelatih dan unit latihan untuk melihat perkembangan atlet yang selama ini dibina. Atlet yang menunjukkan potensi dapat memperoleh kesempatan untuk dikembangkan lebih lanjut sehingga mampu bersaing pada kejuaraan dengan tingkat yang lebih tinggi.PDM Purworejo: Tapak Suci Bagian dari Kaderisasi MuhammadiyahKetua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purworejo, Drs. H. Pujiono, mengapresiasi terselenggaranya Kejurda Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kabupaten Purworejo Tahun 2026.Menurut Pujiono, kegiatan tersebut memiliki arti penting karena Tapak Suci tidak hanya bergerak dalam pembinaan olahraga pencak silat, tetapi juga memiliki peran dalam proses kaderisasi Muhammadiyah.“Tapak Suci merupakan garda terdepan dalam menjaga Muhammadiyah,” ujar Pujiono.Ia menilai pencak silat dapat menjadi salah satu jalan kaderisasi karena di dalam proses latihan dan pertandingan terdapat nilai-nilai yang sejalan dengan pembentukan karakter. Para pesilat tidak hanya diarahkan untuk menguasai teknik bela diri, tetapi juga dibiasakan memiliki disiplin, keberanian, tanggung jawab, dan kemampuan mengendalikan diri.Pujiono juga menekankan pentingnya mempersiapkan atlet secara berkelanjutan. Kejuaraan daerah menjadi salah satu tahapan untuk melihat hasil pembinaan sekaligus menyiapkan atlet yang memiliki kemampuan untuk melangkah ke level berikutnya.“Sebagai salah satu jalan kaderisasi melalui pencak silat, tentunya kita harus mempersiapkan atlet,” katanya.Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembinaan Tapak Suci memiliki dimensi yang lebih luas. Prestasi olahraga berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan kader yang memiliki semangat pengabdian dalam persyarikatan.SD Muhammadiyah Kutoarjo Raih Juara UmumPersaingan antaratlet berlangsung dalam suasana kompetitif sepanjang kejuaraan. Setelah seluruh pertandingan selesai, SD Muhammadiyah Kutoarjo berhasil meraih gelar Juara Umum I Kejurda Tapak Suci Putera Muhammadiyah Piala PDM Kabupaten Purworejo Tahun 2026. dengan ini maka SD Muhammadiyah Kutoarjo telah mempertahankan menjadi JUARA umum selama 3 pelaksanaan kejurda berhak atas piala Juara Umum menjadi tropi tetap.SD Muhammadiyah Kutoarjo mengumpulkan 22 medali emas, 13 medali perak, dan tujuh medali perunggu.Posisi Juara Umum II diraih SD Muhammadiyah Bayan dengan perolehan 14 medali emas, 13 medali perak, dan 12 medali perunggu.Sementara itu, SD Muhammadiyah Bruno menempati posisi Juara Umum III dengan raihan 10 medali emas, 7 medali perak, dan 5 medali perunggu.Hasil tersebut menunjukkan kontribusi masing-masing unit latihan dalam pembinaan atlet Tapak Suci di Kabupaten Purworejo. Perolehan medali menjadi salah satu indikator hasil latihan, meskipun proses pembinaan atlet tetap membutuhkan keberlanjutan, evaluasi, dan pendampingan setelah kejuaraan berakhir.Selain penghargaan bagi unit latihan dengan perolehan medali terbanyak, panitia juga memberikan apresiasi khusus kepada pesilat yang dinilai menampilkan performa terbaik.Predikat Pesilat Terbaik Putra diraih Ilham Fadhly Robby dari SD Muhammadiyah Kemiri. Sementara predikat Pesilat Terbaik Putri diberikan kepada Anindita Galuh Pramesti dari SD Muhammadiyah Bayan.Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap capaian individu sekaligus motivasi bagi para atlet muda lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan.Menanamkan Sportivitas dan Sikap KesatriaSejak awal, Kejurda Tapak Suci Purworejo 2026 ditujukan bukan hanya untuk mengejar prestasi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai yang menjadi bagian penting dalam pendidikan atlet.Tujuan penyelenggaraan kejuaraan mencakup peningkatan pembinaan dan prestasi atlet Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Kabupaten Purworejo. Selain itu, kegiatan memberikan wadah kompetisi bagi atlet untuk mengembangkan kemampuan, pengalaman, serta mental bertanding.Panitia juga menempatkan proses penjaringan atlet potensial sebagai salah satu tujuan utama. Atlet yang memiliki kemampuan dan potensi dapat dikembangkan untuk mengikuti kejuaraan pada jenjang yang lebih tinggi.Nilai sportivitas, disiplin, tanggung jawab, keberanian, dan sikap kesatria juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kejuaraan. Dalam pertandingan pencak silat, kemampuan mengendalikan diri menjadi bagian penting selain penguasaan teknik.Kejurda juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan ukhuwah antara atlet, pelatih, official, unit latihan, guru pendamping, wali murid, serta keluarga besar Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kabupaten Purworejo.Dengan demikian, arena pertandingan tidak hanya mempertemukan atlet dalam kompetisi, tetapi juga mempertemukan berbagai unsur yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem pembinaan Tapak Suci.Dukungan Banyak PihakKesuksesan pelaksanaan Kejurda Tapak Suci tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Panitia menyampaikan apresiasi kepada Ketua PDM Purworejo, Pimpinan Daerah Tapak Suci, Dewan Pendekar, anggota pleno Pimpinan Daerah 061 Tapak Suci, para wasit dan juri, pelatih, official, guru pendamping, wali murid, serta seluruh atlet.Dukungan juga datang dari berbagai unsur Amal Usaha Muhammadiyah dan lembaga terkait, termasuk Rektor Universitas Muhammadiyah Purworejo, Ketua Lazismu Kabupaten Purworejo, serta kepala SD, MI, SMP, SMA/SMK, dan SLB Muhammadiyah di Kabupaten Purworejo.Panitia juga memberikan penghargaan kepada para sponsor yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan.Nadia menyampaikan bahwa penyelenggaraan kejuaraan membutuhkan kerja sama banyak pihak. Para panitia, kata dia, telah mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan.“Semoga seluruh bantuan, kerja sama, dan pengabdian yang telah diberikan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT,” ungkap Nadia.Ia juga mengajak seluruh kontingen menjadikan kejuaraan sebagai pengalaman untuk terus berkembang, baik dalam kemampuan bertanding maupun dalam membangun persaudaraan.“Selamat bertanding, junjung tinggi sportivitas, raih prestasi, dan tetap jaga persaudaraan,” pesannya.Menatap Jenjang Prestasi Lebih TinggiKejurda Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kabupaten Purworejo Tahun 2026 pada akhirnya bukan sekadar tentang siapa yang membawa pulang medali terbanyak. Di balik ratusan atlet yang bertanding, terdapat proses panjang pembinaan yang dilakukan oleh unit latihan, pelatih, sekolah, orang tua, dan organisasi.Slogan “Berjuang untuk Menapak, Berubah untuk Memuncak” menjadi gambaran semangat yang dibangun dalam kejuaraan tersebut. Para atlet diajak untuk berproses dari tahap demi tahap, belajar dari pertandingan, memperbaiki kekurangan, dan terus mengembangkan potensi.Bagi atlet yang berhasil meraih juara, medali menjadi hasil dari proses latihan yang telah dijalani. Sementara bagi mereka yang belum memperoleh hasil sesuai harapan, pertandingan tetap memberikan pengalaman yang dapat menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi kompetisi berikutnya.Dari 266 atlet yang bertanding, akan lahir pengalaman, pelajaran, dan motivasi baru untuk melanjutkan pembinaan. Kejuaraan daerah menjadi salah satu ruang untuk memastikan proses tersebut terus berjalan.Dengan dukungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Tapak Suci, unit latihan, sekolah, pelatih, orang tua, serta berbagai pihak lainnya, pembinaan atlet Tapak Suci di Kabupaten Purworejo diharapkan terus berkembang.Lebih dari sekadar pencak silat, Tapak Suci menjadi ruang untuk membangun karakter generasi muda melalui disiplin latihan, keberanian menghadapi tantangan, kemampuan mengendalikan diri, dan semangat berprestasi.Kejurda 2026 pun menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan pembinaan Tapak Suci di Kabupaten Purworejo. Dari arena GOR Aguna SMK YPP Purworejo, para atlet tidak hanya membawa pulang medali dan pengalaman bertanding, tetapi juga membawa semangat untuk terus menapak, berubah, dan memuncak menuju prestasi yang lebih tinggi.



Leave a Reply