PDMKOTAMADIUN.OR.ID – Madiun – Muhammadiyah Boarding School (MBS) Prof. Hamka Kota Madiun menggelar Workshop Finishing Modul Pembelajaran dan Pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai upaya memperkuat mutu pembelajaran. Kegiatan ini sekaligus bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan teknologi pendidikan.

Workshop ini dikemas dalam dua sesi. Pada sesi pertama menghadirkan Muhammad Abdullah Toyib, Owner Galerista Kreatif Madiun, yang memberikan pendampingan teknis terkait penyusunan dan penyempurnaan modul ajar. Dalam pemaparannya, pria yang akrab disapa Oyi ini menekankan pentingnya sistematika penulisan, kerapian tata letak, konsistensi format, serta kesiapan modul untuk proses cetak.
“Kreativitas guru dalam menyusun modul ajar tetap menjadi hal utama. Namun, perlu diarahkan agar modul tersusun rapi dan mudah dipahami. Intinya, guru tetap diberikan kebebasan berkreasi, tetapi harus disertai rambu-rambu agar modul ajar memiliki standar yang baik,” jelasnya.

Selain penguatan pada aspek penyusunan modul ajar, workshop ini juga memberikan pembekalan pemanfaatan teknologi pembelajaran melalui Interactive Flat Panel (IFP). Pada sesi kedua ini Rian Maulana hadir sebagai fasilitator untuk memberikan pemahaman mengenai optimalisasi penggunaan IFP sebagai media pembelajaran interaktif guna mendukung proses belajar mengajar yang lebih efektif dan menarik.

“Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong guru agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan,” terang Rian.

Ia menyampaikan bahwa pelatihan IFP memberikan banyak manfaat, terutama dalam meningkatkan keterampilan mengajar berbasis digital. Melalui perangkat IFP, guru dapat menyajikan materi pembelajaran secara lebih visual, interaktif, dan menarik sehingga mampu meningkatkan fokus serta partisipasi peserta didik selama proses pembelajaran.

Lebih lanjut, Rian menjelaskan bahwa dalam sesi pelatihan, para guru dilatih mengintegrasikan berbagai media pembelajaran, seperti video, gambar, presentasi interaktif, hingga kuis digital dalam satu perangkat. Hal ini membantu guru menyampaikan materi secara lebih sistematis dan efisien.

“Dengan IFP, guru didorong untuk lebih kreatif dan inovatif. Guru tidak hanya menjadi penyampai materi, tetapi juga fasilitator pembelajaran yang mampu menciptakan suasana kelas yang aktif dan menyenangkan,” ujarnya.
Sementara itu, Waka Kurikulum SMP MBS Prof. Hamka, Aswan Zahiri, berharap modul ajar yang dihasilkan dari workshop ini mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar serta mendukung terwujudnya pendidikan yang berkemajuan. “Pun dengan pelatihan IFP, nantinya dapat meningkatkan kepercayaan diri guru dalam memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari pembelajaran modern,”pungkasnya.

Penulis: Sri Mulyani
Guru MBS Prof. Hamka



Leave a Reply