- September 3, 2025
- Posted by: Pujoko
- Categories: Berita, Kabar Aum
PDMKOTAMADIUN.OR.ID – Dosen Prodi Kebidanan Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) yang akan berubah menjadi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) mengikuti Coaching Clinic Penyusunan Kurikulum Outcome Based Education (OBE) yang diselenggarakan Asosiasi Institusi Perguruan Tinggi Kebidanan Muhammadiyah Aisyiyah (AIPKEMA).
Pelatihan Penyusunan Kurikulum OBE oleh AIPKEMA yang diikuti dosen Prodi Kebidanan UMMAD ini dilaksanakan secara daring untuk korwil Jawa Timur, Selasa 2 September 2025.
Kaprodi Kebidanan UMMAD, Nisa Ardhianingtyas. M.Kes menerangkan, pelatihan kurikulum OBE yang dilakukan AIPKEMA ini diikuti PT Kebidanan Muhamadiyah Aisyiyah seluruh Indonesia.
Pesertanya dari pengelola Prodi Diploma 3 Kebidanan, Sarjana Pendidikan, Sarjana Terapan, dan Profesi Kebidanan melibatkan tim penyusun kurikulum yang tercantum dalam SK masing-masing Institusi.
Coaching Kurikulum OBE Kebidanan oleh AIPKEMA diikuti anggota AIPKEMA yang tediri dari perguruan tinggi kebidanan Muhammadiyah Aisyiyah se Indonesia baik dari Prodi Diploma 3 Kebidanan, Sarjana
Pelatihan didampingi tim fasilitator kurikulum yang terbagi dalam 7 area korwil, yaitu korwil Sumatera, Banten & DKI, Jawa Barat, Jawa Tengah & DIY, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.
Pelaksanaan waktu pelatihan dibagi dalam 4 sesi tiap pekan sekali mulai dari awal Agustus hingga awal September 2025.
“Karena kami sebagai pengelola Prodi D3 Kebidanan UMMAD maka ikut serta pelatihan di Korwil Jawa Timur,” terang Nisa yang mengikuti pelatihan bersama dosen Kebidanan UMMAD lainnya, Wida Rahma Arwiyantasari, M.PH.
Nisa menerangkan, dalam pelatihan penyusunan kurikulm berbasis OBE ini fasilitator memberikan penjelasan langkah-langkah penyusunan kurikulum OBE mulai dari visi, misi, tujuan dan sasaran prodi.
Berikutnya dijelaskan penentuan profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan, perumusan bahan kajian serta mata kuliah, perhitungan SKS dan bobot tiap mata kuliah, pendistribusian mata kuliah ke dalam tiap semester, penyusunan peta kurikulum sampai dengan teknik penilaian dan evaluasi.
“Panduan kurikulum OBE tahun 2025 telah diterbitkan oleh AIPKEMA. Meskipun sudah ada panduan penyusunan, tidak harus disusun sama persis, tetapi tiap institusi bisa mengembangakan sesuai dengan keunggulan dan keadaan masing-masing institusi,” terang Nisa.
Nisa menambahkan, harapan dari mengikuti pelatihan ini adalah bisa menyusun secara lengkap dokumen kurikulum yang nantinya bisa diimplementasikan di tahun akademik 2025/2026. (***)