PDMKOTAMADIUN.OR.ID – Madiun – Muhammadiyah Boarding School (MBS) Prof. Hamka kembali menggelar Musyawarah Ranting (Musyran) pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR-IPM) pada Rabu (27/8/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pelajar untuk melakukan regenerasi kepemimpinan sekaligus memperkuat budaya musyawarah dalam organisasi. Dalam sambutannya di Kampus Putra, Kepala SMP MBS Prof. Hamka Kota Madiun, Imron Wafdurrahman, menegaskan bahwa Musyran bukan sekadar forum pergantian kepengurusan semata, tetapi juga wadah pembelajaran kepemimpinan. tanggung jawab, dan solidaritas.

“Musyran ini adalah bukti nyata bahwa pelajar MBS Prof. Hamka tidak hanya cerdas di bidang akademik, tetapi juga siap ditempa menjadi kader pemimpin yang berintegritas, inovatif, dan penuh tanggung jawab,” jelas Imron.

Dinamika Musyawarah.

Agenda Musyran kali ini meliputi Rapat Pleno, yakni forum utama untuk membahas laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, evaluasi program kerja, sekaligus merumuskan arah gerakan organisasi ke depan. Rangkaian acara dilanjutkan dengan Pemilihan pemimpin baru, sebuah momen demokrasi di mana peserta menggunakan hak pilihnya untuk menentukan nahkoda IPM berikutnya.

Suasana Musyran berlangsung dinamis dan penuh semangat. Para pelajar aktif menyampaikan gagasan, berdiskusi, dan menyalurkan aspirasi demi kemajuan IPM di MBS Prof. Hamka.

Musyran Serentak Perdana di Madiun.

Musyran kali ini istimewa karena merupakan Musyran Serentak pimpinan Daerah (PD) IPM Perdana di Kota Madiun. Kegiatan diikuti oleh SMP dan SMA MBS Prof. Hamka (kampus putra dan putri), serta SMA Muhammadiyah 1 Kota Madiun.

Mudir MBS Prof. Hamka Kota Madiun, Rokhani Hidayat, menegaskan bahwa Musyran Serentak PD IPM Kota Madiun, merupakan kali pertama digelar di Kota Madiun. Harapannya sebagai sarana pergantian kepemimpinan bagi ranting se Kota Madiun. Rokhani menyebut Musyran serentak ini berkiblat pada gelaran pemilu serentak 2024 yang lalu, menurutnya dengan menyerentakan pelaksanaan musyran ini sebagai syiar dakwah IPM, menambah semangat motivasi dalam berorganisasi serta memberikan pembelajaran demokrasi ala pelajar Muhammadiyah di Kota Madiun.

“Tiga kampus dilaksanakan secara serentak mulai Pra- Musyran Dengan pemateri dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) kota madiun, breafing dari PD-IPM serta Musyran”bebernya. “Yang jelas memberikan semangat baru kepada para pelajar untuk berproses menjadi pelopor, pelangsung dan penyempurna amanah,”imbuhnya

Dengan terselenggaranya Musyran 2025 ini, diharapkan lahir kepengurusan baru IPM MBS Prof. Hamka yang amanah, kreatif, serta siap membawa perubahan positif untuk sekolah, organisasi, dan lingkungan sekitarnya.


Penulis : Sri Mulyani, Guru MBS Prof Hamka Kota Madiun



Leave a Reply