PDMKOTAMADIUN.OR.ID – Prodi Kesejahteraan Sosial (Kessos)!Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) yang akan berubah menjadi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) melakukan pertemuan dengan Prodi Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Pertemuan Prodi Kesos UMMAD dengan Prodi Kesos UMM dilaksanakan di UMM, Rabu, 6 Agustus 2025.

Rombongan Prodi Kesos UMMAD yang hadir dalam pertemuan itu ada 4 dosen.

yaitu Kaprodi Kesos UMMAD, Muh Ni’am, M.Kessos, didampingi Suyono, M.Pd, Qoni’ah, M.Si., serta Galih Wiratmoko, M.Kom.

Sementara dari pihak Prodi Kesos UMM adalah Wakil Dekan I FISIP UMM, Najamuddin Khairur Rijal, S.I.P ., M.Hub .Int., Kaprodi Kessos UMM, Dr. Fauzik Landriyono, M.Si serta dosen dan tendik Prodi Kesos UMM.

Kaprodi Kesos UMMAD, Muh.Ni’am, M.Kesos menyampaikan pertemuan kedua pihak berlangsung 3 jam.

Membahas pelaksanaan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) serta Percepatan Konversi Praktik (PKP) yang dilaksanakan Prodi Kesos UMMAD.

“Niatnya kita melakukan studi tiru program RPL dan PKP yang dijalankan Prodi Kesos UMM. Secara peraturan ada di rektorat/BPP UMM. Prodi sebagai pelaksana. Itu yang membedakan untuk bisa diterapkan di UMMAD,” jelas Muh.Ni’am.

Disingung isi pembicaraan mengenai program RPL dan PKP tersebut, Muh. Niam menyampaikan misalnya terkait pelaksanaan program PKP sebagai kebijakan internal UMM yang mengacu program 1000 pekerja sosial (peksos) MPKS PP Muhammadiyah.

Saran yang didapat dari Prodi Kessos UMM, ungkap Muh.Ni’am adalah, Prodi Kesos UMMAD disarankan untuk memperkuat branding prodi.

“Semisal Prodi Kessos UMM menguatkan peksos klinis sebagai identitas yang didukung tenaga pengajar dari kesehatan atau psikiater serta melakukan kerjasama praktik dengan rumah sakit, dll,” terang Muh.Ni’am.

Program RPL

Sementara itu, tenaga pengajar Prodi Kessos UMMAD, Suyono, M.Pd menyampaikan, program RPL yang dijalankan Prodi Kesos UMM mampu mendongkrak jumlah mahasiswa di prodi tersebut.

“Program RPL ini sudah berjalan satu tahun di UMM. Respon pasarnya disampaikan pihak UMM cukup menarik perhatian praktisi dari pengelola LKS karena masa study yang singkat,” terang Suyono.

Disinggung tindak lanjut dari pertemuan kakak adik prodi Kesos kampus Muhammadiyah ini, Muh Ni’am menyampaikan, program RPL ini dilaksanakan secara berkelanjutan (sustainable).

“Dalam pertemuan dengan UMM itu juga didiskusikan cukup panjang teknis implementasi RPL seperti apa,” ujar Muh.Ni’am.

Program PKP

Mengenai program PKP, Suyono menyampaikan, program PKP hampir sama dengan program perkuliahan mahasiswa regular termasuk dengan masa study yang juga sama.

“Hanya teknis pelaksanaan perkuliahannya bisa dikelola (manage) sedemikian rupa sehingga lebih fleksibel,” ujar Suyono.(**)



Leave a Reply